Senin, 17 Februari 2014

Batik Jawa ( yogyakarta-solo )

Batik Jawa adalah sebuah warisan kesenian budaya orang Indonesia, khususnya daerah Jawa yang dikuasai orang Jawa dari turun temurun. Batik Jawa mempunyai motif-motif yang berbeda-beda. Perbedaan motif ini biasa terjadi dikarnakan motif-motif itu mempunyai makna, maksudnya bukan hanya sebuah gambar akan tetapi mengandung makna yang mereka dapat dari leluhur mereka, yaitu penganut agama animisme, dinamisme atau Hindu dan Buddha. Batik jawa banyak berkembang di daerah Solo atau yang biasa disebut dengan batik Solo
Macam-macam Batik

Batik Tiga Negeri dikenal lewat warnanya yang terdiri dari tiga bagian. Ada biru, coklat/sogan, dan merah. Batik ini kadang dikenal sebagai Batik Bang-Biru atau Bang-Bangan untuk variasi warna yang lebih sederhana. Ada yang mengatakan kalau pembuatan batik ini dilakukan di tiga tempat yang berbeda. Biru di Pekalongan, Merah di Lasem, dan Sogan di Solo. Sampai sekarang kerumitan detail Batik Tiga Negeri sukar sekali dirproduksi.
batik buketan asal pekalongan
batik jawa hokokai
Batik Jawa Hokokai. Dibuat dengan teknik tulis semasa pendudukan Jepang di Jawa (1942-1945). Ia berupa kain panjang yang dipola pagi/sore (dua corak dalam satu kain) sebagai solusi kekurangan bahan baku kain katun di masa itu. Ciri lain yang mudah dikenali adalah pada motifnya. Motif kupu-kupu, bunga krisan, dan detail yang bertumpuk menjadikan Batik Jawa Hokokai menempati posisi karya seni yang mulia.
batik lasem
Batik Lasem dikenal karena warna merahnya yang khas. Di Lasem (Jawa Timur) sendiri, pengrajin batik sudah sangat berkurang. Beberapa kolektor menyebut Batik Lasem adalah batik yang tercantik diantara yang lain. Batik ini juga menjadi penanda pencampuran dua budaya, Jawa dan Cina.

kebudayaan.co.id

KEBUDAYAAN YOGYAKARTA


Wujud cagar budaya yang masih dipergunakan sebagai tempat ibadah umat Hindu Indonesia
DIY mempunyai beragam potensi budaya, baik budaya yang tangible (fisik) maupun yang intangible (non fisik). Potensi budaya yang tangible antara lain kawasan cagar budaya dan benda cagar budaya sedangkan potensi budaya yang intangible seperti gagasan, sistem nilai atau norma, karya seni, sistem sosial atau perilaku sosial yang ada dalam masyarakat.
DIY memiliki tidak kurang dari 515 Bangunan Cagar Budaya yang tersebar di 13 Kawasan Cagar Budaya. Keberadaan aset-aset budaya peninggalan peradaban tinggi masa lampau tersebut, dengan Kraton sebagai institusi warisan adiluhung yang masih terlestari keberadaannya, merupakan embrio dan memberi spirit bagi tumbuhnya dinamika masyarakat dalam berkehidupan kebudayaan terutama dalam berseni budaya dan beradat tradisi. Selain itu, Provinsi DIY juga mempunyai 30 museum, yang dua di antaranya yaitu Museum Ullen Sentalu dan Museum Sonobudoyo diproyeksikan menjadi museum internasional
Aspek Seni
Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki banyak sekali kesenian. Baik itu kesenian budaya seperti tari-tarian ataupun seni kerajinan seperti batik, perak, dan wayang.
1. Batik
Batik adalah salah satu kerajinan khas Indonesia terutama daerah Yogyakarta. Batik yogya terkenal karena keindahannya, baik corak maupun warnanya. Seni batik sudah ada diturunkan oleh nenek moyang, hingga saat ini banyak sekali tempat-tempat khusus yang menjual batik ini. Perajin batik banyak terdapat di daerah pasar ngasem dan sekitarnya.
Kata “batik” berasal dari gabungan dua kata bahasa Jawa: “amba”, yang bermakna “menulis” dan “titik” yang bermakna “titik”.
Batik adalah salah satu cara pembuatan bahan pakaian. Selain itu batik bisa mengacu pada dua hal. Yang pertama adalah teknik pewarnaan kain dengan menggunakan malam untuk mencegah pewarnaan sebagian dari kain. Dalam literatur internasional, teknik ini dikenal sebagai wax-resist dyeing. Pengertian kedua adalah kain atau busana yang dibuat dengan teknik tersebut, termasuk penggunaan motif-motif tertentu yang memiliki kekhasan. Batik Indonesia, sebagai keseluruhan teknikteknologi, serta pengembangan motif dan budaya yang terkait, oleh UNESCO telah ditetapkan sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity) sejak 2 oktober 2009.
Jenis Batik
Menurut teknik:
  • Batik tulis adalah kain yang dihias dengan teksture dan corak batik menggunakan tangan. Pembuatan batik jenis ini memakan waktu kurang lebih 2-3 bulan.
  • Batik cap adalah kain yang dihias dengan teksture dan corak batik yang dibentuk dengan cap ( biasanya terbuat dari tembaga). Proses pembuatan batik jenis ini membutuhkan waktu kurang lebih 2-3 hari.
  • Batik lukis adalah proses pembuatan batik dengan cara langsung melukis pada kain putih


    http://gabriellaaningtyas.wordpress.com

KEBUDAYAAN DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

Daerah Istimewa Yogyakarta adalah Daerah Istimewa setingkat provinsi di Indonesia yang merupakan peleburan bekas (Negara) Kesultanan Yogyakarta dan [Negara] Kadipaten Paku Alaman. Daerah Istimewa Yogyakarta yang terletak di bagian selatan Pulau Jawa bagian tengah dan berbatasan dengan Provinsi Jawa Tengah dan Samudera Hindia. Daerah Istimewa yang memiliki luas 3.185,80 km2 ini terdiri atas satu kota dan empat kabupaten, yang terbagi lagi menjadi 78 kecamatan dan 438 desa/kelurahan. Menurut sensus penduduk 2010 memiliki jumlah penduduk 3.452.390 jiwa dengan proporsi 1.705.404 laki-laki dan 1.746.986 perempuan, serta memiliki kepadatan penduduk sebesar 1.084 jiwa per km2[5].
Penyebutan nomenklatur Daerah Istimewa Yogyakarta yang terlalu panjang menyebabkan sering terjadinya penyingkatan nomenkaltur menjadi DI Yogyakarta atau DIY. Daerah Istimewa ini sering diidentikkan dengan Kota Yogyakarta sehingga secara kurang tepat disebut dengan Jogja, Yogya, Yogyakarta, Jogjakarta. Walaupun memiliki luas terkecil ke dua setelah Provinsi DKI Jakarta, Daerah Istimewa ini terkenal di tingkat nasional dan internasional. Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi tempat tujuan wisata andalan setelah Provinsi Bali. Selain itu Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi daerah terparah akibat bencana gempa pada tanggal 27 Mei 2006 dan erupsi Gunung Merapi pada medio Oktober-November 2010.

Pariwisata


Museum Hamengku Buwono IX di dalam kompleks Keraton Yogyakarta, sebuah tujuan wisata
Pariwisata merupakan sektor utama bagi DIY. Banyaknya objek dan daya tarik wisata di DIY telah menyerap kunjungan wisatawan, baik wisatawan mancanegara maupun wisatawan nusantara. Bentuk wisata di DIY meliputi wisata MICE (Meeting, Incentive, Convention and Exhibition), wisata budaya, wisata alam, wisata minat khusus dan berbagai fasilitas wisata lainnya, seperti resort, hotel, dan restoran. Keanekaragaman upacara keagamaan dan budaya dari berbagai agama serta didukung oleh kreativitas seni dan keramahtamahan masyarakat, membuat DIY mampu menciptakan produk-produk budaya dan pariwisata yang menjanjikan.
Secara geografis, DIY juga diuntungkan oleh jarak antara lokasi objek wisata yang terjangkau dan mudah ditempuh. Sektor pariwisata sangat signifikan menjadi motor kegiatan perekonomian DIY yang secara umum bertumpu pada tiga sektor andalan yaitu: jasa-jasa; perdagangan, hotel dan restoran; serta pertanian. Dalam hal ini pariwisata memberi efek pengganda (multiplier effect) yang nyata bagi sektor perdagangan disebabkan meningkatnya kunjungan wisatawan. Selain itu, penyerapan tenaga kerja dan sumbangan terhadap perekonomian daerah sangat signifikan.

http://gabriellaaningtyas.wordpress.com

Resep Gulai Daun Singkong Yogyakarta

Menu yang satu ini membuat makan sahur jadi makin lengkap. Ikan teri memberi tambahan cita rasa nan gurih. Untuk 5 orang

Bahan
 2 ikat daun singkong
1 gelas ikan teri nasi
7 gelas santan dari 1 kelapa parut
Minyak goreng

 Bumbu 1
 1 serai
4 daun jeruk
1 daun salam
10 cabai rawit merah
Garam

Bumbu 2
 2 kemiri sangrai
¼ sendok teh merica
1 sendok teh ketumbar
5 bawang merah
3 siung bawang putih
1 ruas lengkuas
1 ruas jari kunyit
2 cabai merah keriting
   

Caranya:
1. Rebus daun singkong, peras, lalu tiris.

2. Goreng ikan teri nasi. Angkat, sisihkan.

3. Bumbu 1: Keprek serai dan ikat simpul. Buang tulang daun jeruk.

4. Bumbu 2: Ulek halus bumbu. Tumis bersama serai, daun jeruk, dan daun salam sampai harum. Tambahkan cabai rawit. Masak sampai agak layu. Masukkan daun singkong, aduk rata. Bubuhi garam sesuai selera.

5. Tuang santan, masak sampai harum. Beri garam. Cicipi. Didihkan hingga daun singkong empuk. Terakhir, masukkan ikan teri nasi, aduk rata. Angkat dan sajikan.

Resep Bubur Yogyakarta

  • Resep Bubur Manado
    Bubur pedas adalah salah satu makanan ciri khas Kalimantan Barat. Sangat cocok dimakan saat pagi hari untuk sarapan atau malam hari saat dingin atau musim hujan.
    Bahan :
    250 gr beras, cuci bersih
    100 gr kelapa setengah tua, parut
    2 lembar daun salam
    2 batang serai, memarkan
    2 cm lengkuas, memarkan
    2 liter air
    150 gr daging sapi tetelan, potong dadu
    100 gr wortel, potong dadu 1 cm
    100 gr ubi jalar, potong dadu 1 cm
    5 helai kacang panjang, potong-potong
    50 gr daun kangkung
    Daun kesum secukupnya
    Bumbu halus:
    3 butir bawang merah
    1 siung bawang putih
    1 buah cabai merah
    2 1/4 sendok teh garam
    1/4 sendok teh merica bubuk
    Pelengkap:
    100 gr kacang tanah, goreng
    50 gr ikan teri, goreng
    1. Sangrai beras, kelapa parut, daun salam, serai, dan lengkuas hingga kelapa kecokelatan, tapi tidak gosong. Ambil rempah daunnya, angkat. Tumbuk halus beras dan kelapa parut, sisihkan.
    2. Didihkan air, rebus tetelan hingga matang. Masukkan bumbu halus, aduk rata. Masak hingga harum dan kaldu tinggal 1 ½ liter.
    3. Masukkan ubi jalar, wortel, dan kacang panjang hingga setengah matang. Tambahkan beras tumbuk, masak sambil diaduk-aduk agar bubur tidak hangus di bagian bawah.
    4. Masukkan kangkung dan daun kesum, masak hingga matang. Angkat, aduk rata.
    5. Taburi dengan pelengkapnya, sajikan.

Baby Corn Saute with Shiitake Pickles Yogyakarta

Baby corn atau jagung muda juga dikenal dengan sebutan young corn atau cornlettes adalah jagung yang dipanen pada usia muda dimana tongkol jagung masih berukuran kecil dan belum matang.
baby corn saute with shiitake pickle Baby Corn Saute with Shiitake Pickles
Baby corn biasanya dikonsumsi dalam bentuk utuh setelah pelepah jagungnya dipisahkan terlebih dahulu. Umumnya baby corn memiliki warna biji putih sampai krem, tetapi ada juga yang berwarna kuning, biru atau bahkan merah.
Baby corn dapat diproduksi dengan 2 cara dan dapat menggunakan jenis jagung manis (sweet corn) atau jagung ladang (field corn). Cara pertama yaitu dengan menanam varietas khusus yang dapat menghasilkan jagung muda yang lebih banyak dan cara ini hanya ditujukan untuk produksi baby corn.
Sedangkan cara kedua yaitu dengan menanam jagung manis atau jagung ladang kemudian jagung yang akan dipanen ditentukan terlebih dahulu. Tongkol jagung yang berada di posisi kedua dari atas akan dipanen terlebih dahulu menjadi baby corn, sedangkan tongkol jagung paling atas akan dibiarkan sampai matang sempurna kemudian baru dipanen.
Baby corn dapat dikonsumsi baik dalam keadan mentah atau dimasak terlebih dahulu. Baby corn dapat dikonsumsi langsung dengan cocolan, sebagai campuran salad dengan topping yang rendah lemak, untuk campuran tumisan, untuk campuran saus pasta, dikukus dan disajikan dengan minyak zaitun, dan sebagai tambahan untuk sup (tambahkan baby corn pada saat akan selesai memasak).
Dari segi gizi, baby corn memiliki kandungan folat (vitamin B9) dalam jumlah yang cukup tinggi. Dalam sekitar 113 g baby corn dapat memenuhi sekitar 31% kebutuhan harian yang direkomendasi untuk orang dewasa. Dalam jumlah sajian yang sama, baby corn juga dapat menyuplai 13% kalium, 14% vitamin B6, 10% riboflavin (vitamin B2), 17% vitamin C dan 11% serat pangan. Warna kuning pada jagung mengindikasikan adanya kandungan karotenoid yang memiliki fungsi untuk membantu mencegah penyakit jantung koroner, beberapa jenis kanker dan katarak.
Dua jenis karotenoid yang banyak terdapat pada jagung yaitu zeaxanthin dan lutein. Baby corn memiliki warna yang lebih pucat sehingga jumlah karotenoid yang terkandung di dalamnya pun lebih sedikit. Terlepas dari sedikitnya kandungan karotenoidnya, baby corn tetap termasuk salah satu pilihan makanan sehat yang bermanfaat untuk kesehatan tubuh.

Untuk 3-4 porsi

Bahan
200 g baby corn (iris memanjang)
100 g pak choi (iris menyamping)
2 sdm pikel shiitake (belah dua)
1 sdm minyak canola
3 siung bawang putih (iris tipis)
¾ sdt garam
¼ sdt lada
¼ sdt penyedap rasa ayam

Cara membuat

  1. Panaskan minyak canola dan tumis bawang putih sampai harum.
  2. Masukkan baby corn kemudian tumis sampai setengah matang.
  3. Masukkan pak choi dan pikel shiitake. Aduk rata dan tumis sampai matang.
  4. Tambahkan garam, lada dan penyedap rasa ayam. Aduk rata.
  5. Angkat dan sajikan.

Nilai gizi per porsi

Kalori: 76 kkal
Lemak: 3 g
Karbohidrat: 10 g
Serat: 1,4 g
Protein: 2,2 g

Tips dan saran

  1. Sayuran pak choy dapat anda gantikan dengan jenis sayuran daun lainnya untuk variasi.
  2. Jika anda sulit memperoleh pikel shiitake maka anda dapat menggantikan dengan sekitar 50 g jamur shiitake segar yang sudah diblansir terlebih dahulu. Anda dapat juga menambahkan sedikit acar/pikel mentimun untuk mendapatkan citarasa asamnya.