Makanan Khas Yogyakarta
Jogjakarta yang merupakan kota tua
mewariskan banyak sekali peninggalan baik yang berwujud benda seperti
bangunan candi, istana, masjid dsb maupun adat istiadat yang hingga
kini masih bertahan keberadaaannya. Pun dengan kuliner, banyak warisan
para leluhur yang hingga kini masih bisa kita jumpai di pasar-pasar,
toko-toko makanan dan pusat oleh-oleh. Interaksi dengan dengan
daerah-daerah di Indonesia maupun negara asing seperti India, China,
Eropa serta Asia Barat menambah cita rasa dan variasi makanan di Jogja.
Pengaruh dari luar tersebut menambah variasi kuliner khas Jogja.
Makanan-makanan tersebut banyak yang masih mudah didapatkan bahkan
menjadi makanan yang seringkali diburu para turis terutama turis
domestik sebagai oleh-oleh untuk mereka bawa pulang. Namun ada juga
makanan yang hanya bisa didapat di daerah-daerah tertentu di Jogja.
Berikut beberapa makanan yang tentunya sangat menarik untuk selalu
dinikmati.

BAKPIA
Bakpia Pathok adalah
makanan khas Jogja yang bahan dasarnya adalah tepung, kacang hijau dan
gula. Rasa manis dan legit tercipta dari isi kacang hijau yang berpadu
dengan gula. Sedangkan rasa gurihnya berasal dari kulit bakpia yang
merupakan adonan tepung yang dicampur dengan minyak nabati yang
dipanggang. Anda akan dapat dengan mudah mendapatkannya di sepanjang
jalan Pathok, sekarang bernama Jl. KS. Tubun.
Makanan ini tidak sepenuhnya asli Jogja
namun pengaruh dari China. Di China namanya Tou Lu Pia (berasal dari
dialek Hokkian) yang berarti kue berisi daging. Namun bakpia yang di
Jogja ini telah beradaptasi rasa dengan lidah lokal dengan isinya bukan
daging tetapi kacang hijau. Jenis kue ini awalnya dibawa oleh Goe Gee
Oe dari China pada tahun 1948, yang mencoba membuat bakpia sebagai
industri rumahan dan dijajakan eceran dari rumah ke rumah. Pengemasannya
hanya menggunakan besek, yaitu tempat makanan yang terbuat dari bambu
tipis yang dirangkai atau dianyam sedemikian rupa sehingga berbentuk
kotak bujur sangkar. Produksi bakpia ini semakin berkembang seiring
waktu hingga sekitar tahun 1980 muncullah produsen-produsen bakpia di
kawasan Pathok dengan membuat toko di rumah-rumah produsennya.
Kemasannya juga telah menggunajan dos (kertas karton). Merek dagangnya
berupa nomor rumah pembuatnya hingga kini makanan ini dikenal dengan
Bakpia Pathok. Rasa dari Bakpia Pathok ini sendiri adalah paduan antara
manis, legit, dan gurih. Saat ini pilihan rasa yang bisa dipilih antara
lain, coklat, keju atau pun yang asli yaitu rasa kacang hijau. Bakpia
ini pun sekarang bisa dijum
pai tidak hanya di wilayah Pathok tetapi
di toko-toko oleh-oleh, stasiun, terminal, bahkan di pasar-pasar
tradisional. Namun tentu saja rasanya akan lebih mantab di tempat
awalnya, yaitu di Pathok.
Bakpia Pathok ini sangat cocok sebagai oleh-oleh keluarga, teman, atau pun kolega karena selain awet tentu saja lezat rasanya!
Bakpia Pathok ini sangat cocok sebagai oleh-oleh keluarga, teman, atau pun kolega karena selain awet tentu saja lezat rasanya!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar